Waspada Kabar Hoax Dimusim Kampanye Presiden dan Legislatif

oleh

Polres Trenggalek – Radio mitra tani Fm desa Jombok lokasi kegiatan talk show yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek Bripka Sarwanto, pada Minggu ( 28/10 ). Adanya kabar hoax yang muncul di media sosial yang seakan -akan memoprokasi agar melakukan tindakan yang diharapkan pelaku pengunggah kabar Hoax, adanya pemberitaan yang seperti ini yang harus ada pencegahan jangan sampai menimbulkan adanya gangguan Kamtibmas.

 

Dalam kegiatan talk show yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek , penyampaian mengenai berita hoax sedikit demi sedikit di kupas disini. Melihat fenomena yang pernah muncul sebelum kelompok saracen di ungkap Polisi serangan hoax bisa lebih muram sampaknya publik jadi bingung mana informasi yang benar, mana yang palsu dan sarat fitnah. Ujungnya persatuan dan kohesivitas publik bisa pecah berkeping-keping.

 

“Hoax (atau informasi palsu yang tidak berbasis data atau fakta yang akurat, dan kadang juga memuat elemen fitnah didalamnya), ” penjelasan Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek Bripka Sarwanto di meja siar saat berlangsungnya talk show.

 

Lebih lanjut disampaikanya, di era ledakan digital ini adalah betapa mudahnya hoax atau informasi palsu menyebar karena ledakan pengguna social media seperti Facebook dan Whats App. Dalam konteks itu, media seperti Facebook dan Grup2 WA berubah menjadi “medium amplifikasi” untuk menyebarkan berita-berita hoax secara masif, dan acap sukses menjadi viral yang gemilang.

 

Kenapa berita hoax mudah menyebar dalam cyber space kita? Pertanyaan itu akan terjawab mungkin karena daya literasi masyarakat kita yang masih buruk. Peringkat minat membaca buku-buku ilmiah berkualitas negeri ini tergolong paling rendah di dunia, sejajar dengan negara seperti Somalia dan Zimbabwe. Sad but true.

 

 

Dalam masyarakat yang malas membaca buku-buku ilmiah, maka berita palsu akan lebih mudah menyebar. Berita hoax acap mengandung unsur sensasional dan elemen negatif.

 

 

Nah, penelitian tentang Viral Science menunjukkan sesuatu yang bersifat sensasional dan mengandung elemen negatif plus penuh emosi, memang ternyata lebih mudah menyebar jadi viral – dibanding berita yang bersifat netral.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.