Polres Trenggalek Ringkus Pencuri Spesialis Rumah Kosong

oleh

Polres Trenggalek – Seorang pria berinisial HRS asal Desa Dongko Trenggalek diringkus petugas Kepolisian lantaran diduga kuat sebagai pelaku pencurian dengan pemberatan di Kelurahan Surodakan Trenggalek.

Pria yang diketahui tak tamat SD ini nekat menyatroni rumah warga yang saat itu sedang kosong dan menggasak barang-barang berharga sehingga korban mengalami kerugian senilai total Rp. 6,5 Juta.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. saat konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres siang ini membenarkan hal tersebut.

“Iya benar, HRS sudah diamankan di Desa Dimoro Kota Blitar dan ditetapkan sebagai tersangka atas tindakan pencurian dengan pemberatan. HRS merupakan residivis kambuhan dan tercatat sudah 4 kali keluar masuk penjara.” Ungkap AKBP Jean Calvijn.

“Tersangka masuk ke dalam rumah korban dengan cara merusak jendela rumah bagian depan, dan mengambil barang berupa 2 buah handphone dan sejumlah uang.” Imbuhnya

Lebih lanjut AKBP Jean Calvijn menuturkan, tersangka HRS ini merupakan spesialis rumah kosong. Dari hasil penyidikan, HRS diketahui berangkat dari Malang dengan tujuan Trenggalek dengan maksud mencari rumah kosong untuk dijadikan sasaran pencurian.

Tiba di terminal bus Trenggalek pada hari Senin tanggal 21 Oktober 2019 sekira pukul 00.30 WIB tersangka berjalan di pemukiman penduduk untuk mencari rumah kosong yang akan dijadikan sasaran pencurian.

Sebelum melakukan aksinya, tersangka terlebih dahulu mengamati dan menentukan target, kemudian masuk ke rumah korban melalui jendela depan kiri dengan cara mencongkel menggunakan obeng yang telah disiapkan sebelumnya dan menggasak barang-barang yang ada didalam rumah

“Setelah berhasil mengambil barang kemudian tersangka berjalan ke arah terminal kemudian naik bus dan bersembunyi di daerah Dimoro, Blitar dimana tersangka ditangkap” Jelas AKBP Jean Calvijn

Sementara terhadap tersangka HRS, petugas menjerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3e, 5e KUHPidana dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.