Operasi Patuh Semeru 2018 Berakhir, Polres Trenggalek Tindak 1.502 Pelanggar

oleh

Polres Trenggalek – Operasi Patuh Semeru 2018 resmi ditutup tanggal 9 Mei 2018 kemarin. Selama berlangsung Operasi yang digelar selama 14 hari tersebut, Polres Trenggalek telah menindak 1.502 pelanggar. Naik 19% jika dibandingkan dengan operasi Patuh tahun 2017 lalu.

Dari angka tersebut, 89% pelanggaran dilakukan oleh pengemudi sepeda motor sebanyak 1.335 kali, disusul mobil barang 100 kali, mobil penumpang 65 kali dan bus sebanyak 2 kali. Sedangkan pada aspek profesi, pelanggar tertinggi masih didominasi oleh karyawan swasta sebanyak 800 orang dan pelajar yang mencapai 454 orang.

Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Ricky Tri Dharma, S.H., S.I.K. menuturkan, ada 7 item jenis pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan antara lain tidak memakai helm, melawan arus, menggunakan HP saat mengemudi, pengendara dibawah umur, pengaruh alkohol, melebihi batas kecepatan dan tidak menggunakan savety belt.

“Yang perlu menjadi perhatian kita bersama, dari hasil evaluasi ditemukan fakta bahwa pelanggaran terbanyak adalah pengemudi yang masih dibawah umur sebanyak 432 pelanggar.” Jelas AKP Ricky

Menurut AKP Ricky, fakta ini membuktikan bahwa masih banyak orang tua yang memberikan ijin kepada anak-anaknya yang masih belia untuk mengemudikan kendaraan yang tentunya juga belum memiliki SIM dan kondisi psikologis maupun emosional yang masih labil. Tak dapat dipungkiri, hal ini lah yang kemudian menjadi salah satu faktor tingginya angka kecelakaan lalulintas yang melibatkan pelajar dibawah umur.

“Perlu adanya peran dan pengawasan dari orang tua, sekolah dan instansi terkait agar anak-anak kita tidak menjadi korban kecelakaan lalulintas” imbuhnya

Selama berlangsungnya operasi, lanjut  AKP Ricky, selain tindakan tegas berupa tilang, pihaknya juga melakukan upaya-upaya pencegahan (preventif) berupa police goes to school, sosialisasi ke berbagai komunitas, penyebaran pamflet, pemasangan baliho serta menggelar diskusi dengan forum lalulintas Trenggalek, termasuk membentuk Tim Sipeka atau Polisi Pencegah Kecelakaan.

“Dalam operasi patuh semeru 2018 ini, 80 % nya berupa penindakan. Namun pola preemtif dan preventif juga tetap intens kita gelar. Jadi lebih komprehensif” jelasnya

AKP Ricky berharap, berakhirnya operasi patuh semeru 2018 mampu membawa dampak positif bagi masyarakat dan semakin tumbuhnya kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas.

“Seperti yang sering saya sampaikan. Tertib bukan saat ada petugas saja melainkan harus berangkat dari diri sendiri. Bukan untuk siapa-siapa tapi untuk keselamatan dan kenyamanan kita bersama” Pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.