Mari Cerdas dan Bijak Menanggapi Berita Hoax di Media Sosial.

oleh

Polres Trenggalek – Kapolsek Kampak Polres Trenggalek Iptu Anwar, S.H. bersama beberapa anggota melaksanakan patroli Harkamtibmas di wilayah hukum Polsek Kampak demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif, serta menyampaikan kepada masyarakat agar lebih bijak dan cerdas menerima maraknya kabar hoax di media sosial terlebih mendekati Pilpres 2019. Jum’at (08/03/2019).

Patroli kali ini dikhususkan di dikerumunan warga di pasar hewan desa Senden Kampak Trenggalek, karena ditempat kerumunan masyarakat tersebut dinilai himbauan Kamtibmas yang di berikan oleh Petugas dapat segera diterima oleh khalayak ramai, sehingga dapat dipahami dan dimengerti serta timbul komunikasi dua arah antara petugas dengan masyarakat. Himbauan tersebut terkait maraknya beredar berita Hoax menjelang Pilpres 2019.

Menjelang Pilpres 2019, fenomena haters dan hoaks bermunculan. Korbannya pun menyasar calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertarung di pesta demokrasi lima tahunan itu. Berita palsu bertebaran, informasi lama kembali mencuat, disebar seolah-olah kabar baru dengan segala bumbu yang menipu.

Harus diakui, suka atau tidak, akhir-akhir ini isu politik menjadi pemicu maraknya konfrontasi di media sosial seperti hate speech, saling hujat, dan lain sebagainya di Tanah Air. Ekspresi politik, saling hujat, saling bela pilihan politik dan merendahkan pilihan lain yang awalnya di dunia nyata, kini bergeser ke dunia maya. Tidak heran kemudian intensitas fake news (berita palsu) dan atau berita-berita hoax di media sosial begitu viral di media sosial. Para aktor dan korban penyebar hoax tidak lagi tunggal, melainkan lebih kompleks. Aktor penyebar hoax pun tidak hanya disebarkan pelaku kriminal, banyak juga dilakukan oleh mereka yang sekadar iseng, menyerang bermuatan politik, menyuarakan hatinya, atau hanya sekedar mencari sensasi.

Haters dan hoax muncul karena kepentingan pribadi dan kelompok, kemudian sentimen identitas. Seringali haters menyerang agama, dan etnis. Mereka tidak punya akses ke sumber kekuatan, sehingga memobilisasi massa dengan kebencian tertentu, hal ini dapat berimbas kemasyarakat yang menelan mentah mentah kabar hoax tersebut sehingga terpancing untuk berkomentar bahkan tidak mengecek terlebih dahulu kebenaran sumber berita tersebut, mari kita lebih bijaksana dan cerdas dalam bermedia sosial, mari berfikir untung ruginya sebelum menyebarkan berita hoax. Ingat ada sangksi hukum bagi penyebar berita hoax.” Ujar Kapolsek Kampak Polres Trenggalek Iptu Anwar, S.H.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.