Jalan Berliku Anak Buruh Bangunan Dari Desa Wonocoyo Masuk Sekolah Polisi Tanpa Pungli

oleh

Polres Trenggalek – Siapa bilang untuk bergabung menjadi keluarga Bhayangkara harus mengeluarkan uang pelicin, ini dibuktikan oleh seorang anak buruh bangunan yang bernama Wahyu Kurniawan Subekti (19) putra dari pasangan Basuki (52) – Bandiyah (43) warga RT 11 RW 05 Desa Wonocoyo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek.

Awal bulan April 2018 lalu dia berjalan penuh semangat mendatangi Mapolres Trenggalek, dengan bermodalkan ijazah SMKN 1 Trenggalek. Anak buruh bangunan ini bertekad ikut bersaing dengan ribuan anak muda dari Jawa Timur yang mendaftar menjadi Bintara Polri.

Orang tua Wahyu,  Bapak Basuki (52) bekerja sebagai buruh bangunan, bekerja ikut orang sebagai tenaga pasang plafon dan lisplang, ketika anaknya dinyatakan lulus seleksi,  bapak 2 anak ini baru saja pulang kerja pasang plapon di jawa tengah.

“Pekerjaan saya tidak menetap,  harus menyesuaikan perintah juragan dimana dapat order kerja bahkan sampai di  wilayah Jateng.” Ucap Basuki.

Basuki menceritakan perjuangan anaknya menjadi siswa Bintara Polri dilalui dengan penuh jalan berliku. Wahyu sempat satu kali mencoba mendaftar yaitu pada tahun 2017 tapi gagal di bidang akademik.

“Namun Wahyu tak patah arang. Berdasarkan pengalaman sebelumnya Wahyu mempersiapkan sedini mungkin. Dengan mengasah kemampuan akademik dan fisiknya.” Pungkasnya.

Dan kesempatan itu datang pada awal bulan April 2018. Wahyu kembali mencoba mendaftar. Pada kesempatan kedua tersebut, Wahyu diterima tanpa ada pungli pada seleksi tersebut.

“Dari pengalaman anak saya, alhamdulillah semua gratis.” Ujar Basuki.

Basuki mengungkapan keberhasilan yang dicapai anaknya bergabung menjadi siswa Bintara Polri bukan kebetulan semata, namun buah persiapan yang dilakukan anaknya setelah gagal di kesempatan pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.