Diduga Mabuk dan Aniaya Warga, Seorang Pria Diamanakan Petugas

oleh

Polres Trenggalek – Akibat pengaruh miras, seorang pria berinisial ES asal desa Dompyong kecamatan Bendungan Trenggalek tega menganiaya warga yang juga berprofesi sebagai guru. Korban terpaksa dilarikan kerumah sakit karena mengalami bengkak dan pengumpalan darah di otaknya.

Berdasarkan keterangan dari beberapa saksi, sebelumnya ES diketahui telah minum minuman keras di desa Suko kabupaten Ponorogo. ES kemudian tidak langsung pulang, dengan mengendarai sepeda motor ES menuju lapangan desa Dompyong untuk melihat acara musik dangdut.

Saat di lokasi pertunjukan, ES sempat naik di atas panggung dan membuat ulah. Petugas yang saat itu sedang melakukan pengamanan pun sempat memberikan teguran. Setelah turun dari atas panggung, ES bukannya takut justru semakin beringas.

Melihat kondisi pelaku yang semakin tak terkendali, akhirnya pihak keluarga melalui istri ES menyuruh anak korban untuk memberi tahu ayahnya dengan maksud untuk membantu mengendalikan ES. Di lain pihak, beberapa warga yang berada di lokasi berupaya mengajak pelaku untuk pulang ke rumah dengan dinaikkan sepeda motor.

Sementara, di lokasi terpisah, istri ES dan korban berboncengan sepeda motor dengan maksud untuk menjemput sekaligus mengajak pelaku pulang ke rumah. Namun di tengah perjalanan, istri ES berpapasan dengan warga yang mengantar ES pulang. Keduanya pun berhenti dan berusaha membujuk ES agar tenang dan segera pulang ke rumah. Tetapi pelaku tak menghiraukannya.

“Tanpa sebab yang jelas, pelaku melakukan tindak kekerasan terhadap korban dengan cara membanting korban hingga terjatuh dengan posisi terlentang dan kepala bagian belakangnya membentur badan jalan yang sudah dirabat/dicor dengan semen.” Jelas Wakapolres Trenggalek Kompol Agung Setyono, S.S. saat konferensi pers di halaman Mapolres siang tadi. Rabu (15/8)

Akibatnya, korban mengalami luka bengkak pada kepala bagian belakang  dengan diameter 3 cm dan diduga terjadi penggumpalan darah di otak yang disertai muntah. Bahkan sesampainya dirumah korban masih mengalami muntah darah hingga harus dirawat ke rumah sakit. Pihak keluarga yang tidak terima atas kejadian tersebut akhirnya melapor ke Polsek Bendungan

“Korban menjalani rawat inap selama sembilan hari, dilanjutkan rawat jalan karena kepalanya masih terasa pusing. Dengan kondisi itu, korban tidak bisa menjalankan aktivitasnya sebagai seorang guru.” Ujar Kompol Agung

Atas perbuatannya, ES diancam dengan pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.