Ciri – Ciri Kabar Yang Diterima Itu Hoax

oleh

Polres Trenggalek – Adanya unggahan di media sosial Face book yang berisi adanya satu keluarga yang sudah merakit bom agar presiden Joko Widodo mati, dan mengancam pihak gereja kristen yang akan diledakan dengan menyebut babi kafir, hasil investigasi Hoax Buster Trenggalek menyatakan Postingan itu Hoax atau informasi yang tidak bisa dipercaya, pada Senin ( 11/03 ). Masyarakat harus lebih cermat dalam menentukan kabar yang beredar di media sosial tentang kejelasan kebenaran, apabila masih ragu -ragu dalam menyaring kabar yang diterima bisa ditanyakan kepada orang yang lebih paham maupun Polsek Setempat sebelum disheering ke akun teman atau suadara lainya.

Beberapa ciri berita bohong yang biasa disebut hoax bisa terdeteksi dengan kewaspadaan saat menerima . Masyarakat diminta mewaspadai dan ikut mencegah peredarannya, yang semakin mengkhawatirkan.

 

Humas Polsek Pule Polres Trenggalek menjelaskan ciri pertama hoax adalah begitu kabar disebar ia dapat mengakibatkan kecemasan, permusuhan dan kebencian pada diri masyarakat yang terpapar.

 

” Masyarakat yang terpapar hoax biasanya akan terpancing perdebatan. Jika sudah berdebat, mereka akan saling benci dan bermusuhan,” ungkap Humas Polsek Pule Polres Trenggalek.

 

Ciri kedua hoax adalah ketidakjelasan sumber beritanya. Jika diperhatikan, hoax di media sosial biasanya berasal dari pemberitaan yang tidak atau sulit terverifikasi. Ciri ketiga, isi pemberitaan tidak berimbang dan cenderung menyudutkan pihak tertentu.

Ciri keempat, menurut humas Polsek Pule Polres Trenggalek, sering bermuatan fanatisme atas nama ideologi. Judul dan pengantarnya provokatif, memberikan penghakiman bahkan penghukuman tetapi menyembunyikan fakta dan data. Biasanya juga mencatut tokoh tertentu, penyebarnya juga meminta apa yang dibagikannya agar dibagikan kembali seperti tolong viralkan keteman lain agar pelaku cepat tertangkap tandas Humas Polsek Pule Polres Trenggalek.

 

Dari ciri-ciri hoax yang disebutkannya, Polri meminta masyarakat untuk selalu waspada. Masyarakat juga diminta berlaku cerdas dalam membedakan konten dalam media sosial dan pers.

 

“Yang ada di media sosial itu informasi, belum terverifikasi kebenarannya. Oleh karena itu jika ada informasi di medsos, baca dengan teliti, klarifikasi kebenarannya, verifikasi dengan cara membandingkan berita yang sama dari sumber berbeda, jangan langsung diterima atau disebar ulang,” pesan Humas Polsek Pule Polres Trenggalek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.