Aturan Agama dan Hukum Publik Membatasi Warga Untuk Perbuatan Menyimpang

oleh

Polres Trenggalek – Masjid Tholhah Bin Ubaidillah, ( Rt/5 ), ( Rw/2 ), dusun krajan, desa Tanggaran lokasi kegiatan safari Jum’at yang dilakasanakan Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji,S.H.,M.H dan anggota lainya, itu pada Jum’at ( 1/03 ). Dalam kegiatan sholat jamaah yang di imami Saeno dan pembacaan Khotib Tabri kegiatan penyampaian himabauhan dari pihak kepolisian dilaksanakan setelah kegiatan sholat Jum’at selesai.

 

Setelah kegiatan sholat jum’at dilaksanakan dengan ditandai iqomah yang dilaksanakan masyarakat setempat, Yaji. Pelaksanaan sholat jum’at bersama masyarakat dan juga personel Polsek Pule Polres Trenggalek dilaksanakan. Tidak membutuhkan waktu yang lama dalam penyampaian himbauhan, Kapolsek Pule memberikan arahan sesuai dengan yang disampaikan khotib, adanya aturan agama dalam membatasi sikap dan perbuatan agar tidak menyimpang pada perbuatan dosa.

 

Tidak lepas dari aturan agama, aturan pemerintah dalam hukum publik juga diadakan yang akan mengancam bagi pelaku perbuatan menyimpang dalam berhubungan dengan masyarakat lainya. Seperti dalam hubungan perdagangan adanya peraturan perundang-undangan mengenai perlindungan konsumen, dan juga ukuran takar dalam penimbangan juga ada aturanya yang kesemuanya memberikan batasan agar tidak timbul perbuatan dosa.

 

” Mengenai adanya tindakan money politik dalam bentuk uang, pada saat pemilihan umum yang melakukan pengecekan ada dan tidaknya pelanggaran dalam pemilu dan melimpahkanya kepada kepolisian bila ditemukanya unsur pidana dalam pemilihan,” jawaban yang disampaikan Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji kepada warga saat membuka tanya jawab di akhir kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.