Apel Pengamanan Hasil Rekapitulasi Tingkat PPS

oleh

Polres Trenggalek – Dilokasi Halaman pendopo Kecamatan Pule, dilaksanakanya kegiatan apel pengamanan rekapitulasi tingkat PPS disetiap desa yang ada di Pule, pada Jum’at ( 19/04 ). Kapolsek Pule polres Trenggalek Iptu Suraji,S.H.,M.H memimpin  apel pam rekapitulasi PPS diikuti Polri sebanyak 10 personel dan dari TNI Koramil 0806/10 Pule adanya 2 personel.

Dalam apel yang dilaksanakan, pengecekan dan kesiapan dari masing-masing elemen dalam mempersiapkan adanya Pengamanan hasil rekapitulasi dari tingkat TPS menjadi rekapitulasi tingkat PPS. Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji, sedikitnya memberikan arahan kepada peserta apel pengamanan tentang kesiapan pihak keamanan dalam mengawal setiap pentahapan hasil pemilu.

Kapolsek Pule Polres Trenggalek menegaskan agar semua unsur turut serta dalam menjaga adanya situasi Kamtibmas yang aman saat digelarnya Pemilu presiden. Dalam tahapan Pemilu Serentak tahun 2019 ini muncul berbagai kerawanan seperti menyebarnya berita bohong atau hoax dan meningkatnya politik identitas disamping kerawanan-kerawanan lainnya.

Berita-berita hoax atau berita bohong yang disampaikan terutama melalui media sosial tentunya memiliki tujuan politis yaitu dipakai sebagai alat untuk menyingkirkan lawan politik sehingga menyebabkan demokrasi menjadi tidak sehat dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Demikian pula halnya dengan semakin menguatnya politik identitas menggunakan isu-isu SARA, telah menjadi salah satu strategi bagi pihak-pihak tertentu yang tidakbertanggungjawab
dalam memenangkan konstelasi Pemilu,
sehingga menyebabkan disintegrasi bangsa dan hilangnya rasionalitas dalam
menentukan pilihan politiknya.

Penyebaran berita hoax dan menguatnya politik identitas dalam ajang Pemilu Serentak Tahun 2019 merupakan bentuk lain dari teror kepada masyarakat karena mempengaruhi kondisi psikologis rakyat Indonesia sehingga kepada para pelakunya harus diambil langkah hukum yang tegas.

Tidak itu saja, dalam arahan Camat Pule Joko Susanto mengatakan dalam Pemilu Presiden tidak seperti Pemilukada dan Pilkades,” Tidak adanya droping petugas pengamanan dari wilayah lain, karena semua melaksanakan kegiatan yang sama. Adanya kegiatan Pilpres diperlukan konsentrasi semua pihak dalam menciptakan keamanan adanya kejadian di lingkup wilayah desa akan berujung kepada tingkat kecamatan sebagai struktur diatasnya yang terus berlanjut ke Kabupaten, Propinsi dan secara nasional akan terlihat ketidak berhasilan dalam pelaksanaan Pemilu,” kata Kapolsek Pule.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.