Aiptu Gatot Cegah Bahaya Miras Melalui Talk Show Radio

oleh

Polres Trenggalek – Kegiatan dalam sosialisasi pencegahan bahaya minuman keras yang dalam kurun waktu terakhir ini banyak memakan korban khususnya para peminum oplosan, melihat adanya kejadian tersebut Bhabinkamtibmas Polsek Pule melakukan upaya melalui tindakan preventif di radio Saga FM, itu pada Kamis ( 10/05 ). Dengan melakukan kegiatan talk show yang diselenggarakan di Radio, diharapkanya masyarakat pule mengerti tentang bahaya miras saat mendengarkan siaran Radio.

 

” Minuman beralkohol yang sering disebut dengan Miras, dampaknya sangat merugikan bagi pengkonsumsinya. Hal ini rentan dengan kesehatan peminum yang secara tidak langsung akan mempengaruhi adanya kesehatan yang dialaminya, ” kata Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek saat menyampaikan di frekuensi Saga FM.

 

 

Minuman beralkohol merupakan minuman keras yang termasuk kategori jenis zat narkotika yang mengandung alkohol, tidak peduli berapa kandungan alkohol di dalamnya. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa bahwa setetes alkohol saja dalam minuman hukumnya sudah haram.

 

 

Lebih lanjut dikatakan, minuman keras alkohol mengandung etil alkohol yang diperoleh dari hasil fermentasi madu, gula, sari buah, atau umbi-umbian. Lamanya proses fermentasi bergantung pada bahan dan jenis produk minuman keras yang dihasilkan. Kandungan etanol yang dihasilkan dalam fermentasi minuman keras beralkohol biasanya berkisar antara sekitar 18%.

 

 

Umumnya, minuman keras tidak akan awet pada lingkungan dengan kandungan etanol di atas 18%. Minuman keras beralkohol dengan kandungan etanol yang lebih tinggi dapat dihasilkan melalui proses distilasi terhadap produk yang dihasilkan melalui proses fermentasi. Misalnya, untuk menghasilkan minuman keras alkohol berkadar etanol tinggi, dengan cara mencampur produk hasil fermentasi dengan produk hasil distilasi.

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.