Kapolres Trenggalek Pimpin Latpraops Ketupat Semeru 2021

oleh

Polres Trenggalek – Hari Raya Idul Fitri 1442 tinggal menghitung hari. Sebagai wujud kesiapan pengamanan hari kemenangan umat muslim tersebut, Polres Trenggalek menggelar Latpraops atau Latihan Pra Operasi Ketupat Semeru 2021.

Kegiatan Latpraops yang digelar di Rupatama tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. didampingi Wakapolres Kompol Mujito, S.H., M.H. dan Kabagops Kompol Supiyan, S.Sos. serta sejumlah perwakilan personel yang mengawaki Operasi Ketupat Semeru 2021. Selasa, (4/5).

AKBP Doni selaku Kaopsres menegaskan, Latpraops ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dari masing-masing Satgas baik personel, peralatan penunjang maupun metode cara bertindak yang akan digelar selama operasi berlansung.

“Operasi Ketupat dilaksananakan selama 12 hari. Terhitung mulai tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021” Ungkap AKBP Doni.

“Tahun ini adalah Hari Raya Idul Fitri kedua yang digelar ditengah pandemi. Tugas kita tentu tidak menjadi lebih mudah mengingat selain aspek keamanan kita juga harus turut ambil bagian dalam pengawasan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.”Imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar setiap personel yang terlibat operasi benar-benar serius dan profesional dalam mengambil langkah-langkah kepolisian yang diperlukan.

AKBP Doni menambahkan, larangan mudik lebaran masih menjadi prioritas khusunya warga luar kota yang akan masuk ke Kabupaten Trenggalek. Sesuai dengan zonasi, Kabupaten Trenggalek masuk dalam rayon IV yang terdiri dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Nganjuk, Jombang, Tulungagung, serta Blitar kota dan kabupaten.

“Penyekatan dilaksanakan di dua titik yakni, perbatasan Trenggalek Ponorogo dan Pacitan.” Ujarnya.

Guna mengantisipasi gangguan Kamtibmas berupa kriminalitas dan kejahatan lainnya, orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek ini menginstruksikan kepada Satuan Reskrim, Intelkam dan jajaran untuk melakukan patroli tertutup terutama di pusat perbelanjaan dan toko emas termasuk rumah kosong dan pemukimanan penduduk.

Demikian pula area wisata. AKBP Doni meminta agar dilakukan penjagaan dan pengawasan guna meminimalisir lonjakan pengunjung yang dapat menimbulkan kerumunan dan berpotensi menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

Dalam operasi ini melibatkan perkuatan yang ada dari tingkat Polres hingga Polsek jajaran. Keseluruhan terbagi menjadi 4 Satuan tugas (Satgas) yakni Satgas Preemtif, Preventif, Kamseltibcarlantas, Gakkum dan Banops.

Untuk mendukung kegiatan selama operasi, Polres Trenggalek mendirikan sedikitnya lima pos pengamanan yakni Pos pengamanan di Durenan, Watulimo dan Agropark. Sedangkan dua sisanya merupakan Pos penyekatan di perbatasan Ponorogo dan Pacitan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *