Patroli Genthong Kembali Beraksi, AKBP Didit BWS Apresiasi Inovasi Polsek Dongko

oleh

Polres Trenggalek – Musim kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat khususnya kecamatan Dongko. Beberapa titik sudah mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih. Menyikapi hal tersebut, Polsek Dongko mulai menggiatkan kembali `Patrol Genthog`.

Bagi sebagian masyarakat kecamatan Dongko memang nama patrol genthong sudah taka sing lagi di telinga. Setiap musim kemarau panjang bias dipastikan Polsek Dongko dengan kendaraan patroli yang sudah dimodifikasi dating membagikan air kepada warga.

Penyebutan patroli genthong merujuk pada nama peralatan dapur dari tanah liat yang berfungsi sebagai tempat menyimpan air yang hingga saat ini masih digunakan oleh warga khususnya di pedesaan. Mobil patroi Polsek pun di modifikasi sedemikian rupa. Dudukan petugas dibelakang dilepas dan diganti tendon air berkapasitas 1.800 Liter.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan jajarannya tersebut. Menurutnya, sebagai pengayom masyarakat sudah selayaknya mengambil inisiatif membantu masyarakat termasuk soal kekurangan air bersih.

“Inovasi dari Polsek Dongko ini bisa menjadi inspirasi bagi Polsek lainnya karena yang mengalami kekeringan atau kekurangan air bersih bukan di Dongko saja.” Ujar AKBP Didit

“Kita bantu semaksimal mungkin agar Polri sebagai representasi negara hadir ditengah masyarakat” imbuhnya

Sementara itu, Kapolsek Dongko AKP Tri Basuki S.H. mengatakan, patrol genthong ini sudah ia jalankan hampir 4 tahun terakhir. Berangkat dari keprihatinan atas kekurangan air bersih yang melanda wilayahnya ia kemudian merombak mobil patrol menjadi mobil pengangkut air bersih.

“Hari ini, patroli genthong kami arahkan ke desa Pandean, desa Cakul dan sebagain desa Petung.” Ucap Kapolsek Dongko Tri Basuki saat di konfirmasi tim redaksi. Kamis (2/8)

Perwira menengah yang kerap dipanggil Tribas ini menegaskan, sekali pengiriman air bersih bisa langsung habis dalam waktu kurang dari setengah jam mengingat banyaknya warga yang mengantri. Bahkan tak jarang pihaknya harus berulang kali mengirim agar warga yang lain turut kebagian.

“Dalam sehari bisa bolak balik 5 sampai 6 kali pengiriman dengan jarak tempuh 12 Km” Imbuhnya

Untuk mendapatkan air bersih, pihaknya mengambil dari salah satu sumber mata air di desa sumberbening setalah sebelumnya berkoordinasi dengan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) sumberbening dan PDAM Dongko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *