Antisipasi Penyebaran Covid 19, Forkopincam Suruh Gelar Sosialisasi pada Warga

oleh

Polres Trenggalek – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Suruh bersama perangkat desa, ketua Rt dan Rw serta para tokoh masyarakat Desa Wonokerto pada siang ini menggelar rapat koordinasi sekaligus sosialisasi terkait penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan Covid – 19 dalam rangka persiapan menyambut new normal atau adaptasi kebiasaan baru ditengah pandemi Covid 19, bertempat di Balaidesa Wonokerto Kecamatan Suruh. Sabtu (11/07)

Turut hadir pada rapat ini antara lain Camat Suruh Drs Agus Utoyo, Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP I Wayan Sumantra, S.H, Danposramil Suruh Letda Inf Sutopo, Kepala Puskesmas Suruh, Kepala Desa dan Perangkat Desa Wonokerto serta anggota Satgas Covid 19 Desa Wonokerto.

Camat Suruh Drs Agus Utoyo dalam kesempatan itu menyampaikan agar semua pihak dapat mendukung tugas tugas dari satgas Covid 19 karena virus ini sangat berbahaya dan tidak bisa terlihat oleh mata serta untuk menyongsong new normal kita harus terapkan protokoler kesehatan secara ketat.

“New normal atau adaptasi kebiasaan baru merupakan kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yang sebelumnya tidak ada sebelum pandemi. New normal merupakan upaya menyelamatkan hidup warga dan menjaga agar negara tetap bisa berdaya menjalankan fungsinya,” kata Drs Agus Utoyo

“Masih menurutnya new normal bagian dari tahapan baru setelah kebijakan work from home atau pembatasan sosial diberlakukan untuk mencegah penyebaran masif wabah virus corona. New normal utamanya dilakukan agar warga yang memerlukan aktivitas luar rumah dapat beraktivitas dengan menggunakan standar kesehatan yang ditetapkan,” pungkasnya.

Kepala Puskesmas Suruh dr Reza Susana dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa salah satu cara untuk mematikan virus adalah dengan menyemprotkan disinfektan atau antiseptik. Keduanya memang sama-sama memiliki kegunaan untuk membunuh virus, akan tetapi berbeda dalam pengaplikasiannya

“Antiseptik digunakan sebagai pembunuh kuman pada jaringan hidup seperti kulit manusia, sementara itu, disinfektan merupakan larutan pembunuh kuman khusus pada permukaan benda mati,” kata dr Reza Suzana

Masih menurutnya, dengan membuat sendiri larutan disinfektan dengan memilih salah satu bahan diantara larutan klorin, karbol, dan Pembersih lantai, dengan takaran yang telah ditentukan. Masyarakat dapat mendisinfeksi lingkungan sekitar untuk mematikan virus terlebih jika telah ada orang yang diketahui positif terjangkit COVID-19 tersebut.

“Melakukan sendiri disinfeksi akan membantu pihak-pihak terkait dalam mencegah penularan virus, serta menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” jelas dr Reza Suzana

Sementara itu, Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP I Wayan Sumantra, S.H dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kita semua harus bersam sama menjaga diri dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan dan apabila ada permasalahan agar dikoordinasikan dengan pemdes, tiga pilar maupun pihak gugus tugas Covid 9.

“New Normal atau adaptasi kebiasaan baru merupakan cara baru untuk hidup dan menjalani kehidupan, pekerjaan dan interaksi kita dengan orang lain dengan tetap mematuhi anjuran protokol kesehatan,” tutur Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP I Wayan Sumantra

“New Normal sejatinya dilakukan untuk meningkatkan antisipasi penyebaran virus dan keterpurukan ekonomi di tengah pandemi covid-19 yang tanpa kepastian kapan akan berhentinya,” pungkas Kapolsek Suruh AKP I Wayan Sumantra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *