Ziarah Kubur bersama Kapolres Trenggalek di Makam Mbah Putih Desa Kayen

oleh

Polres Trenggalek – Ziarah kubur merupakan sebuah tradisi yang telah lama mengakar erat dalam masyarakat muslim di Indonesia. Biasanya, tradisi ini dilaksanakan setiap minggu sekali, pada hari atau malam Jumat. Bahkan untuk makam-makam tertentu yang dianggap keramat (seperti makamnya para wali) orang-orang bisa kapan saja (bahkan setiap hari) melakukan tradisi ziarah kubur.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S. S.I.K,. M.H.bersama pejabat utama Polres Trenggalek serta di Dampingi Kapolsek Karangan AKP Sutrisno S.H. Melaksanakan Ziarah Makam Mbah Putih di Desa Kayen Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. Pada Rabu (04/09/19)

Mengenang sejarah sosok Mbah Putih, seorang alim menurut cerita babad atau cerita rakyat bersemayamlah disana Mbah Putih atau Mbah Pethak (baca: putih dalam bahasa jawa), putih adalah lambang kesucian, wajar disematkan oleh masyarakat mungkin karena kebaikan budi pekerti, akhlak dan tingginya ilmu.

Mbah Putih ternyata dulunya sering mengenalkan dirinya sebagai Sumodruno. Masyarakat akrab dengan nama Eyang Sumodruno, akan tetapi masyarakat tetap tidak puas, masyarakat lebih mantab memanggilnya Mbah Putih karena kebaikannya dan para ulama menyebutnya Nur Kholifah.

Siapakah dia sebenarnya? Ada satu keterangan dari sesepuh kayen dan dari penuturan banyak Kyai beliau sebenarnya adalah Pangeran Pakuprojo putra Amangkurat II.Jika benar demikian,apa yang bisa kita ambil?Seorang Pangeran trah Mataram tidak ingin dininabobokan nasab dan kekuasaan, dia memilih bertemu rakyatnya dan mengaku orang biasa bernama Sumodruno.

Tapi apa boleh dikata, cahaya kebaikan tidak sanggup diberi tabir apapun, toh pada akhirnya masyarakat sendiri tidak bisa menahan diri untuk memberikan gelar Mbah Putih / Mbah Nur Kholifah (versi para ulama)
Beliau Zuhud dalam keadaan berjuang di dunia.Bukan meninggalkan dunia.Sebagai seorang muslim tentunya kita harus yakin dan percaya, sesuai  dengan surat Al-Baqarah: 154. Allah berfirman: “Janganlah kamu katakan mati, orang-orang yang gugur di jalan Allah itu, bahkan sebenarnya mereka hidup, hanya kamu tidak mengerti”.

Kapolsek Karangan AKP Sutrisno S.H.Usai melaksanakan Ziarah Makam Mbah Putih saat di konfirmasi mengatakan,ada dua makam Religi di Kecamatan Karangan. Diantaranya dua situs makam yaitu Mbok Rondo Krandon yang berada di Desa Kerjo dan Mbah Putih atau Mbah Nurkholifah di Desa Kayen,Kecamatan Karangan.

Kedua tokoh tersebut merupakan sosok penyebar agama Islam di wilayah Trenggalek.Karena ketokohannya, makam Mbok Rondo Krandon dan Mbah Putih ini sangat dihormati oleh masyarakat dan cocok untuk dijadikan destinasi wisata religi di Kecamatan Karangan.”ujar Kapolsek Karangan yang akrap di panggil Trisno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *