Awas Doktrin Bunuh Diri Kelompok Teroris

oleh

Polres Trenggalek – Salah satu substansi penyampaian Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji,S.H.,M.H., dalam membekali sejak dini siswa dan siswi baru SMU Negeri 1 Pule yang dilaksanakan di aula masjid sekolah itu pada Kamis ( 19/07 ). Kegiatan yang dilaksanakan merupakan upaya membentengi para siswa dari paham radikalisme melalui penyampaian langsung dalam kegiatan yang masih adanya kegiatan masa oriantasi siswa.

 

Disampaikan Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji,” Adanya doktrin yang diberikan kepada calon teroris dengan menanamkan kerelaan menjadi pelaku bom bunuh diri, mereka tidak mengenal pada diri mereka dengan rela mengorbankan diri,itu yang perlu mendapatkan perhatian sejak dini.”

 

Radikalisme merupakan suatu paham atau aliran yang menunjukkan perubahan baik perubahan sosial maupun perubahan politik dengan cara kekerasan. Dilihat dari sudut pandang agama mengacu pada pondasi agama yang sangat mendasar dengan fanatisme sehingga  paham ini tidak sesuai dengan dasar negara Indonesia Pancasila dan UUD 45.

 

 

“Adanya faham radikalisme, memang kalau sudah fanatik tidak jarang penganut dari aliran tersebut menggunakan kekerasan terhadap orang yang berbeda aliran, sehingga memandang orang lain yang tidak sepaham cenderung berburuk sangka mudah mengucapkan kafir , sementara Islam mempunyai arti kedamaian, kebaikan dan keselamatan dan tidak mengajarkan berbuat kekerasan baik dalam penyebarannya maupun paham keagamaan. Faham radikal ini jelas tidak sesuai dengan dasar kita Pancasila dan UUD 45., ” tutur Iptu Suraji SH, MH Kapolsek Pule Polres Trenggalek dalam penyampaianya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *