Ipda Sanusi, S.H,: Berikan Peringatan Kewaspadaan Terhadap Nasabah Yang Membawa Uang Jumlah Besar

oleh

Polres Trenggalek – Kegiatan dalam menciptakan pemeliharaan Kamtibmas di wilayah Polsek Pule Polres Trenggalek dilaksanakan di unit BRI Pule, itu pada Kamis ( 05/07 ). Salah satu upaya yang dilakukan penyampaian kewaspadaan terhadap nasabah yang membawa uang dalam Jumlah besar yang rawan terhadap adanya tindak kejahatan perampokan, untuk lebih berhati-hati yang disampaikan Waka Polsek Pule Polres Trenggalek Ipda Sanusi, S.H.

 

Dalam penyampaianya kepada Satpam Unit BRI Pule, memantau setiap adanya orang yang masuk ke mesin ATM merupakan wujud adanya kewaspadaan terhadap adanya tindak kejahatan yang bisa terjadi. Terutama dalam modus kejahatan via ATM yang nasabah bisa menanyakan bantuan pihak Satpam apabila ditemukanya kesulitan Nasabah tanpa harus mengikuti petunjuk dari pelaku kejahatan Via telepon.

 

Upaya dalam tindakan prefentif ini, dilakukan dengan memberikan penjelasan kepada Satpam guna mengantisipasi nasabah yang sedang mengambil uang. Agar tidak menelepon kenomor tertentu selain nomor call centre BRI yang ada, dan melaporkan ke securyti pihak Bank bila mengalami gangguan waktu pengambilan uang melalui mesin ATM. ” Kita upayakan agar masyarakat lebih waspada dalam mengambil uang di mesin ATM, ” kata Waka Polsek Pule Polres Trenggalek Ipda Sanusi saat dikonfirmasi kegiatanya.

 

Karena menurut yang disampaika Waka Polsek Pule Polres Trenggalek , Pencurian yang lebih canggih melibatkan pemantauan secara diam-diam terhadap perangkat dan penggunanya. Pencuri bisa memasang kamera kecil di tempat yang berbeda di ATM. Terkadang kamera mini tersebut disembunyikan pada panel plastik yang terlihat seperti bagian normal mesin. Dengan cara tersebut, mereka dapat menangkap nomor kartu, tanggal kadaluwarsa, nama kartu, dan nomor angka verifikasi tiga digit kartu (CVV) di bagian belakang.

 

Informasi tersebut cukup untuk dapat menggunakan kartu tersebut dalam melakukan pembelian online yang tidak sah. Penipu juga bisa menjual data di pasar gelap online.

 

Selain itu, dengan memasang slot kartu palsu, atau bahkan lampiran tambahan (disebut “skimmer”) di atas slot kartu yang ada, penyerang dapat membaca informasi tentang strip magnetik kartu. Itu bisa membantu mereka membuat kartu duplikat palsu untuk digunakan di ATM lain. Ini merupakan ancaman terhadap sistem keamanan mesin ATM yang paling di khawatirkan oleh para nasabah dan perusahaan perbankan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *