Hati – Hati Bagi Kaum Hawa Munculnya Modus Kejahatan Mengincar

oleh

Polres Trenggalek – Bripka Andik anggota Reskrim Polsek Pule Polres Trenggalek bersama Brigadir Candra saat dialogis di toko serba ada milik Lilik di Jalanraya Pule pada ( 21/05 ) menyampaikan perlunya kewaspadaan apabila menggunakan perhiasan yang dipakainya dalam menghindari pelaku kejahatan modus gendam yang biasanya muncul di saat puasa dan jelang lebaran. Disampaikanya kejahatan jenis ini menggunakan kelemahan korbanya untuk menipu agar barangnya di berikan.

 

Belakangan kejahatan dengan modus gendam cukup marak. Bahkan terakhir, ada beberapa pelaku gendam ditangkap. Dalam dunia hipnosis, gendam ini hampir sama dengan shock induction atau membuat seseorang level kesadarannya menurun dengan sangat cepat. Bedanya, hipnosis dilakukan dengan seizin klien, sementara gendam tentu tidak meminta izin.
Pelaku gendam biasanya menyasar korban yang sedang sendirian, karena jelas tidak ada yang mampu mengingatkan sang korban. Dalam kondisi bingung karena tidak ada teman, maka pikiran bawah sadar sang korban akan terbuka lebih lama. Maka, pelaku pun lebih mudah memberikan sugesti terus menerus, alias banjir informasi, sehingga korban benar-benar dibuat tak berdaya.

“Kenapa lebih banyak perempuan menjadi korban gendam?” kata Brigadir Candra Personel Polsek Pule Polres Trenggalek . Sebab, umumnya wanita, ketika terkejut dan pikiran bawah sadarnya terbuka, kondisinya langsung sangat dalam dan diikuti dengan otot-otot tubuhnya yang kaku, tak bisa berkata apa-apa bahkan semua persendiannya kaku. Ini membuat pelaku sangat leluasa beraksi.

Daya refleks perempuan umumnya lemah ketika menerima kejutan. Beda dengan laki-laki, saat reflek bisa memukul. Sehingga jarang laki-laki jadi korban, meski tetap ada juga. Maka jangan heran jika perempuan yang latah, justru sulit digendam. Sebab ketika dikejutkan, justru latahnya membuat pelaku balik terkejut.
Kenapa pelaku umumnya berpenampilan meyakinkan, bahkan tidak terkesan sebagai penjahat? Ini tentu untuk memanipulasi pikiran bawah sadar. Andai pelaku gendam berpenampilan urakan, jelas korban langsung otomatis membentengi dirinya. Beda ketika berpenampilan rapi, akan meningkatkan figur otoritas bagi pelakunya. Sehingga, apa pun yang disampaikan, bisa masuk ke dalam pikiran bawah sadar sang korban.