Bhabinkamtibmas Desa Joho Sampaikan Pesan Pintar Dalam Bermedsos

oleh

Polres Trenggalek – Bripka Arir Triwahyanto Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek bertemu dengan warga yang masih muda di depan Swalayan Yuris pada Minggu Malam ( 20/05 ). Dalam pertemuanya disampaikanya banyak bermunculan kabar Hoax sehingga perlunya ketelitian dalam menyikapi pemberitaan yang beredar disosial media, salah satunya jangan mengunggah konten ataupun pesan yang bersifat bohong.

 

Menurut penyampaian Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek Bripka arif, Medsos merupakan hal yang hampir tidak dapat dihindari sekarang ini, khususnya bagi kalangan muda-mudi generasi milenial. Meski demikian, tidak sedikit yang kurang paham dalam memanfaatkan medsos . Akhibatnya, bukan hal positif yang didapat tapi malah kerugian bahkan masalah yang datang. Padahal kegiatan medsos merupakan hal yang sangat sepele, cukup membuat status singkat, upload foto, atau sekedar berbagi link/tulisan. Sering kita dengar, keretakan dan keributan rumah tangga gara-gara seorang istri membuat status yang tidak mengenakkan bagi suami, atau tidak sedikit pula seorang dapat mendekam di penjara gara-gara menyebarkan hal yang merugikan orang lain, dan buanyak lagi cerita masyarakat yang mendapatkan masalah disebabkan status di medsosnya. Untuk itu, bagi anda yang suka memakai medsos dalam berbagi sesuatu.

 

Tidak ada salahnya memperhatikan hal-hal berikut mengenai berita hoax merupakan berita yang tidak benar alias tidak ada faktanya, tujuannya agar mendapatkan jumlah pembaca yang banyak sehingga trafic website naik, atau karena misi tertentu untuk menggiring opini masyarakat. Berita hoax yg menggiring opini atau provokatif beresiko bagi penyebarnya. pertama penyebar dapat terkena pasal pidana atau pencemaran nama baik karena memberitakan sesuatu yang tidak benar dan merugikan pihak lain. Penyebar juga dianggap tidak kredibel meski dia seorang yang pintar secara akademis. Penyebar dianggap mudah termakan oleh berita hoax alias kebohongan. Selain itu secara agama, menyebarkan hoax sama saja dengan menyebarkan kebohongan yang dosanya besar.

 

Lebih lanjut Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trengalek Bripka Arif mengatakan ,jangan Menyebar foto menjadi pekerjaan yang asyik dilakukan supaya teman yang melihat dapat mengetahui diri kita secara lebih nyata, apalagi foto tersebut di tempat yang cukup indah, bagi sebagian orang hal itu akan terasa lebih eksis. Tetapi kawan-kawan, ada hal-hal yang perlu diwaspadai dalam mengunggah foto di medsos agar Anda tidak mendapatkan hal yang negatif. Pertama: jangan terlalu suka mengunggah kemewahan-kemewahan yang anda miliki, misal sering upload pakai perhiasan emas, sedang membawa segepok uang, mengupload buku rekening yang berisi uang di bank, atau hal lain yang menunjukkan kekayaan. Selain hal itu bisa menimbulkan asumsi negatif dari teman karena anda dianggap sok pamer dan sombong, hal yang lebih penting adalah besar kemungkinan kejahatan akan mengintai anda. Tidak semua teman kita di medsos kita kenal, sangat mungkin sekali ada satu dari sekian teman medsos kita yang barangkali punya prilaku kejahatan sosial seperti mencuri, merampok, atau bahkan ada yang sakit hati sehingga ingin merugikan anda secara ekonomi.

 

Menyebar/mengunggah foto juga harus bijak, artinya harus mematuhi prinsip sosial dan agama. Tidak semua foto teman atau saudara kita bisa kita upload sesuka kita. Apakah kita sudah yakin foto yang kita bagikan pemiliknya tidak merasa sakit hati karena dirasa kurang elok? Misal kita menyebarkan foto kecelakaan yang korbannya berdarah-darah atau anggota tubuhnya termutilasi. Maksudnya mungkin menyebarkan hal yang sebenarnya, tetapi hal itu tentu membuat keluarga korban terasa lebih sedih dan menyayat. Selain prinsip sosial, norma-norma agama juga harus diterapkan dalam bermedsos. Contohnya jangan sampai seorang suami mengunggah foto istri yang sedang tidak berjilbab, meski di mata suami, hal itu halal-halal saja melihat istrinya. Ingat! dia halal buat suaminya pribadi, tapi dari sisi sosial-agama Islam, hal itu tidak dibenarkan. Menguggah foto harus mempertimbangkan apakah hal itu tidak melanggar norma sosial maupun agama kita.

 

“ Selalu update status kegiatan yang sedang dilakukan juga kadang membahayakan. Karena dengan begitu orang lain dapat mengawasi gerak gerik anda sehingga mengetahui kegiatan anda sehari-hari. Misal update status sedang liburan, dengan begitu orang lain yang mungkin punya niatan buruk bisa merencanakan tindak kejahatan pada rumah/tempat yang anda tinggalkan,” lanjut yang dikatakan Bhabinkamtibma sPolsek Pule Polres Trenggalek Bripka Arif.

 

Semua orang punya rahasia yang tidak boleh kita ceritakan sesuka kita, apalagi rahasia tersebut merupakan aib seseorang. Bayangkan saja jika rahasia anda disebarkan oleh orang lain, tentu sakit bukan? Rahasia ini meliputi urusan prifat yang layak hanya diketahui diri sendiri atau keluarga, aib, atau hal remeh yang bagi pemiliknya merupakan aib sehingga tidak boleh diketahui orang lain. Dalam agama juga sebisa mungkin kita menyimpan aib yang dimiliki oleh orang lain. Aib sendiri saja kita tidak boleh mengumbar, apalagi aib orang lain.

 

Curhat yang tidak baik di sini adalah ungkapan-ungkapan isi hati semuanya ditumpahkan di medsos. Ada baiknya uneg-uneg pribadi atau masalah yang sekiranya tidak layak diketahui orang dibincangkan dengan keluarga atau teman dekat kita saja, atau kalau mau hebat lagi curhatnya pada Tuhan. Misal sedang menghadapi masalah keluarga, sedang diuji Tuhan dengan rezeki yang sempit, atau belum mendapatkan jodoh. Dengan mengungkapkan tiap kepiluan yang kita alami menunjukkan sikap pribadi yang cengeng dan mudah mengeluh. Toh ketika hal itu diungkapkan di medsos, apa teman-teman kita malah salut dan membantu kita, rasanya tidak. Bukan berarti kita tidak boleh curhat dalam masalah kita, tetapi carilah tempat curhat yang lebih bijak dan memberikan solusi seperti orang tua, saudara, dan selalu berdoa pada Tuhan untuk dimudahkan urusannya. Ingat pula, Tuhan mengasihi hambanya dengan berbagai ujian, salah satunya adalah dengan ujian hidup. Dengan sikap tegar dan tidak mengumbarnya di media sosial bisa jadi akan menjadi nilai keikhlasan dan kesabaran yang ada pada diri kita.

 

Cerdas-cerdaslah anda dalam bermedsos. Sebelum bikin status, atau posting sesuatu sehingga dilihat teman-teman kita, pertimbangkanlah dulu masak-masak apakah postingan anda pantas dari sisi agama, tidak melanggar nilai sosial, memberi dampak positif pada teman-teman. Jika sudah, maka silahkan Anda bebas untuk bermedsos secara bijak sehingga memberikan manfaat, inspirasi dan dampak positif pada teman-teman medsos Anda.