Patroli pemeliharaan Kamtibmas Dengan Warga Pule

oleh

Polres Trenggalek – Warung kopi ( Warkop ) “ Pak Dirman yang berada di lokasi pasar pule menjadi tempat kegiatan patrol dialogis personel polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu subagyo Kanit Reskrim, Bripka saiful dan Bripka arif ,itu pada Minggu Malam ( 20/05 ). Kegiatan dalam patrol dialogis tersebut membahas tentang pemberitaan Hoax yang menyebar di media social melaui What apps, dengan memberikan penjelasan ke warga diharapkan tidak menimbulkan adanya gangguan Kamtibmas.

 

Dalam dialogis antara warga dan personel Polsek Pule Polres Trenggalek yang melaukan patrol, dari salah satu warga namanya Susanto bertanya, “ Pak apakah benar adnya pernyataan dari Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama yang menyatakan menyesalkan tindakan kepolisian yang menjadikan al qur an sebagai barang bukti kejahatan?”.

 

“ Kabar yang melalui pesan itu adalah Hoax, tahu pengertian dari kabar Hoax?, Sebuah pemberitaan palsu adalah usaha untuk  menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut palsu, sekali lagi itu kabar bohong,” jelas Kanit Reskrim Polsek Pule PolresTrenggalek Aiptu Subagyo dalam dialogisnya.

 

Menanggapi munculnya petisi menolak Alquran sebagai barang bukti tindak pidana terorisme, Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan selama ini Polri tidak pernah melakukan penyitaan Alquran sebagai barang bukti.

 

Adanya petisi tentang kitab suci Alquran sebagai barang bukti, tidak pernah ada penyitaan kitab suci Alquran sebagai barang bukti, penyidik Detasemen Khusus Antiteror juga memiliki satu aqidah terkait Alquran. Mereka beragama Islam, dan semuanya memahami betapa sucinya Alquran. Kadensusnya pun sangat taat ibadah dan sudah haji.