Hari Terakhir Operasi Patuh Semeru 2018, Satlantas Polres Trenggalek Gelar Razia Gabungan

oleh

Polres Trenggalek – Hari terakhir operasi Patuh Semeru 2018, Satlantas Polres Trenggalek menggelar razia gabungan bersama Pom TNI dan Dishub Provinsi Jatim. Razia dipusatkan di jalan raya Trenggalek-Tulungagung masuk kecamatan Durenan Trenggalek. Rabu (09/05)

Dari Satlantas menerjunkan 36 personelnya termasuk Tim Sipeka. Sedangkan Dishub 10 personel dan Pom TNI 2 personel. Keseluruhan kegiatan dipimpin langsung oleh Kasatlantas AKP Ricky Tri Dharma, S.H., S.I.K.

AKP Ricky menuturkan, sebenarnya razia gabungan sudah sering dilaksanakan, namun untuk mendukung operasi Patuh Semeru 2018 kegiatan serupa lebih diintensifkan sehingga hasil cipta Kamtibselcarlantas bisa lebih komprehensif.

“Kami bagi sesuai tupoksi masing-masing. Polri menangani pelanggaran lalu lintas, Dishub terkait dengan kendaraan umum dan KIR, sedangkan Pom terkait dengan anggota TNI. Semua bersinergi dengan baik” Jelas AKP Ricky.

Dari operasi gabungan tersebut, petugas menjaring 48 pelanggar yang kesemuanya diberikan tindakan berupa tilang.

“Semuanya ditilang. Rata-rata pelanggaran surat-surat. Sisanya tidak pakai helm dan kendaraan tidak sesuai spektek.” Ujar AKP Ricky

Lebih lanjut AKP Ricky mengungkapkan, setelah operasi patuh semeru 2018 berakhir bukan berarti tidak ada penindakan lagi dari petugas. Razia stationer maupun hunting system akan terus dilakukan guna menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Selain itu penindakan tegas berupa tilang adalah bertujuan untuk menimbulkan efek jera bagi masyarakat yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

“iya tetap kita laksanakan seperti biasa. Bedanya mungkin lebih prioritas edukasi. Jika ada pelanggaran ya tetap kita tindak sesuai dengan aturan yang berlaku.” Ungkapnya

“Agar ada efek jera. Tertib tidak hanya saat ada petugas melainkan dari kesadaran diri sendiri” Pungkasnya