Minuman Keras Identik Dengan Minuman beralkohol

oleh

Polres Trenggalek –  “Minuman  Keras merupakan zat berbahaya dalam tubuh bila dikonsumsi. Jadi,minuman keras itu tidak lain adalah alkohol, Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung zat etanol, zat psikoaktif yang bila dikonsumsi akan mengakibatkan kehilangan kesadaran,” kata Kanit Provo’s Polsek Pule Polres Trenggalek  setelah Kegiatan sholat Subuh dalam kegiatanya, Minggu ( 06/05 ).

 

Penyampaian Kanit provos Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Mansur dalam mengingatkan perlunya mengantisipasi adanya minumana beralkohol yang akibatnya jauh dari manfaat yang didapat. Kegiatan itu disampaikaan pada jamaah Masjid al Amin dusun Krajan, desa Pule.

 

Dalam penyampaianya kepada jamaah yang dipimpin salah satu ustad Masjid ,  Kanit Provos Polsek Pule Polres Trenggalek menyampaikan pengertian minuman beralkohol yang sampai saat ini menjadi musuh penegak hukum dan juga larangan agama. Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih beberapa jamaah Masjid yang dilakukan di dalam masjid.

 

Minuman beralkohol merupakan minuman keras yang termasuk kategori jenis zat narkotika yang mengandung alkohol, tidak peduli berapa kandungan alkohol di dalamnya. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa bahwa setetes alkohol saja dalam minuman hukumnya sudah haram.

 

Lebih lanjut dikatakan, minuman keras alkohol mengandung etil alkohol yang diperoleh dari hasil fermentasi madu, gula, sari buah, atau umbi-umbian. Lamanya proses fermentasi bergantung pada bahan dan jenis produk minuman keras yang dihasilkan. Kandungan etanol yang dihasilkan dalam fermentasi minuman keras beralkohol biasanya berkisar antara sekitar 18%.

 

Umumnya, minuman keras tidak akan awet pada lingkungan dengan kandungan etanol di atas 18%. Minuman keras beralkohol dengan kandungan etanol yang lebih tinggi dapat dihasilkan melalui proses distilasi terhadap produk yang dihasilkan melalui proses fermentasi. Misalnya, untuk menghasilkan minuman keras alkohol berkadar etanol tinggi, dengan cara mencampur produk hasil fermentasi dengan produk hasil distilasi.