Polsek Gandusari Pengamanan Aksi Damai Warga Dusun Tugu Terkait Penambangan Batu Andesit

oleh

Polres Trenggalek – Kapolsek Gandusari AKP Rohadi S.H, bersama Wakapolsek, para Kanit, Kasi dan anggota telah melaksanakan pengamanan kegiatan “Aksi damai warga Dusun Tugu Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari (warga sekitar lokasi tambang) “ terkait aktivitas penambangan batu andesit oleh CV. Batu Aji di Dusun Tugu, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Trenggalek, sabtu (05/05/2018)

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Pengelola/pemilik tambang yaitu saudara Kasiman, saudara Tohari, saudara Johan Setiawan dan saudara Wanto.

Kemudian warga masyarakat Dusun Tugu Desa Sukorejo yang kontra terhadap aktivitas tambang antara lain Saudara K.H Musyaroh Usman, saudara Supri,Saudara Yasin, saudara Sidik, saudara Mochamad AA, SH. M. Hum (advokat) dan kurang lebih 100 orang masyarakat lainnya.

Hadir pula Muspika Kecamatan Gandusari beserta jajarannya Sekcam Gandusari Saudara Samelan, Kepala Desa Sukorejo Saudara Sunarto.

Uraian kegiatan sebagai berikut pada pukul 08.00 WIB Warga Dusun Tugu Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari yang berjumlah lebih kurang 100 orang dengan koordinator saudara Supri dan Saudara Yasin berjalan kaki dari titik kumpul di depan Ponpes Sulaiman menuju area pertambangan batu andesit di Dusun Tugu, Desa Sukorejo.

Warga berkumpul di area pertambangan sambil menunggu kedatangan advokat Saudara Mochamad AA,SH.M.Hum, selanjutnya pada pukul 10.00 WIB, Advokat saudara Mochamad AA,SH.M.Hum datang dilokasi tambang menemui masa dan langsung melakukan dialog dengan pemilik/pengelola tambang dengan poin-poin sebagai berikut.

Penjelasan dari perwakilan warga saudara Sidik. Menyampaikan bahwa saat ini, perjanjian yang di buat antara pemilik/pengelola tambang dengan warga masyarakat sudah habis. Sekali lagi menyampaikan terkait legalitas tambang, keingintahuan terkait titik koordinat area pertambangan. Menyampaikan keberadaan makam warga yang sangat terganggu dengan aktifitas tambang. Saat ini telah dilakukan pengukuran batas tanah oleh BPN dan sambil menunggu berjalannya proses, diharapkan aktifitas tambang dihentikan.

Menurut saudara Musyaroh Usman, menyampaikan bahwa dalam proses perijinan mulai awal masyarakat tidak dilibatkan secara keseluruhan. Meminta pemerintah mengkaji ulang ijin pertambangan dan aktifitas tambang dihentikan. Jika sudah ada kesepakatan penutupan, hendaknya alat berat dikeluarkan. Menyampaikan kepada pihak tambang agar tidak memaksa beraktivitas karena nanti rakyat akan bertindak.

Tanggapan pemilik/pengelola tambang Saudara Kasiman. Terkait batas tambang yang selama ini dipersoalkan warga, pihak pemilik/pengelola masih menunggu hasil pengukuran dari BPN. Memberikan penjelasan terkait aktifitas tambang yang menyentuh kawasan makam, dimana pengelola dahulu hanya mengikuti batas yang ditunjukkan pemilik lahan yaitu saudara Alif dan saudara Dahlan. Memberikan penjelasan terkait adanya perjanjian yang menurut warga sudah habis. Pihak tambang selama ini telah membuat perjanjian baru dan sudah koordinasi dengan saudara Yasin. Dalam perjanjian baru tersebut menyatakan adanya kesempatan waktu reklamasi, pemberian dana CSR, dan perbaikan jalan.

Menurut saudara Tohari menyampaikan mekanisme pengajuan ijin dari yang 6,5 ha tetapi yamg direkomemdasi ESDM hanya 2 ha. Menyampaikan terkait penunjukan batas tanah, pada waktu itu pihak tambang sudah koordinasi dengan pemilik lahan.

Penjelasan Pemerintah Desa Kepala Desa Sukorejo. Pengukuran BPN sudah dilaksanakan dan masih dalam proses. Terkait lamanya proses karena adanya permintaan dari saudara Musyaroh Usman yang menginginkan dilakukan pengukuran per bidang tanah. Menyampaikan bahwa pihak Desa Sukorejo juga punya aset, dan dulu pernah rapat BPD tetapi sampai sekarang aset batu belum di ambil.

Pengarahan Kapolsek Gandusari AKP Rohadi S.H, menyampaikan bahwa “secara hukum area pertambangan sudah sah karena telah mengantongi ijin resmi. Jika masyarakat menghendaki ditutup dan pemerintah belum mengambil keputusan, maka akan berisiko bersentuhan dengan hukum. Jika ada penutupan, maka pihak pemerintah yang melakukan. Menyampaikan bahwa pihak Kepolisian tidak menginginkan masyarakat berbenturan dengan hukum. Mengajak semua pihak untuk mengajukan dan membawa persoalan ini ke Pemkab” ujar AKP Rohadi Kapolsek Gandusari.